Pengalaman Luar Biasa Saya di Bali

Latar Belakang

Peta yang menunjukan letak pulau Bali.
Sumber: Esri World Satellite Imagery (diubah warnanya).

Bali adalah tempat yang kaya akan budaya unik, dan merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Indonesia dengan populasi 4,32 juta jiwa (Sumber: Sensus Badan Pusat Statistik 2020). Bali dikenal sebagai Pulau Dewata karena memiliki kehadiran dan budaya Hindu yang kuat.

Itulah mengapa saya ingin mengunjungi Bali bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk mempelajari budaya Bali dan cara hidup mereka.

Budaya

Foto saya di Desa Penglipuran, tersenyum, membawa kamera stick 360º, sambil memakai aksesoris Bali dan kacamata hitam.
Saya di Desa Penglipuran membawa kamera 360º GoPro MAX.

Saya mengunjungi Bali untuk pertama kalinya selama program sekolah SMP Al-Fath BSD, Edutrip, pada tanggal 12 November 2024. Saat menginjakkan kaki di Bali, saya takjub dengan betapa menakjubkannya arsitekturnya dan bagaimana masyarakatnya masih melestarikan keunikan mereka. Bali adalah salah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang masih melestarikan budayanya.

Foto rumah-rumah Desa Penglipuran dengan rombongan SMP Al-Fath BSD mengelilinginya.
Rombongan SMP Al-Fath BSD berkeliling di rumah-rumah Desa Penglipuran.

Arsitektur Bali dicirikan oleh perpaduan harmonis antara material alami, ruang berkonsep terbuka, dan hubungan yang kuat dengan alam dan spiritualitas, seringkali mengikuti prinsip-prinsip seperti filosofi Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana adalah filosofi Hindu Bali yang menekankan tiga penyebab kesejahteraan: harmoni antara manusia dan Tuhan (Parhyangan), harmoni antara manusia dan sesama manusia (Pawongan), dan harmoni antara manusia dan alam (Palemahan).

Kuliner

Foto dekat sate lilit yang belum dimasak di atas cobekan.
Saya mencoba membuat sate lilit untuk pertama kalinya!

Makanan di Bali sungguh luar biasa! Saya mencoba sate lilit, yaitu daging cincang seperti ayam atau biasanya babi yang dibentuk melingkar di tusuk sate – berbeda dengan sate tusuk yang biasa saya makan, karena bentuknya lebar dan tebal sehingga daging cincangnya bisa menempel dengan baik.

Selanjutnya, saya juga mencoba nasi tempong, yaitu hidangan yang terkenal dengan sambalnya yang pedas dan lezat. Nasi tempong disajikan dengan nasi hangat, bersama dengan tahu, tempe, ayam goreng, dan lalapan, yaitu sepiring sayur ala Indonesia.

Secara keseluruhan, makanan di Bali sungguh luar biasa, dan saya memiliki pengalaman yang sangat baik mencoba hidangan-hidangan terkenal mereka.

Kesenian

Kesenian Bali mirip dengan kesenian Jawa, karena keduanya memiliki gamelan dan wayang tetapi dengan sentuhan khas Bali.

Foto di Patung Garuda Wisnu Kencana dari jarak jauh di sela-sela bebatuan raksasa.
Patung Garuda Wisnu Kencana
Ratusan orang menyaksikan pertunjukan tari kecak di GWK.
Pertunjukan tari kecak di GWK.

Selama kunjungan saya ke Bali, saya menonton pertunjukan tari kecak di dalam kompleks Garuda Wisnu Kencana. Pertunjukan itu menakjubkan dan merupakan pengalaman yang tak terlupakan karena mereka menampilkan efek praktis yang luar biasa, dan itu sangat dipikirkan.

Refleksi

Rombongan SMP Al-Fath BSD mendaki di sawah di Jatiluwih
Rombongan SMP Al-Fath BSD di Jatiluwih.

Saya telah belajar banyak hal tentang cara hidup masyarakat Bali, yang mengikuti filosofi Tri Hita Karana. Bali menunjukkan keindahan sejati Indonesia, dan merupakan tempat yang kaya akan budaya. Saya senang telah berkunjung, dan saya berharap tetap seperti itu.